KALSIUM DAN JARAK KELAHIRAN TERHADAP KEJADIAN OSTEOPOROSISPADA IBU HAMIL DI KLINIK NURANI GODEAN(Presentasi Oral pada Simposium Gizi Nasional FK UGM, 15 Oktober 2011)
KALSIUM DAN JARAK KELAHIRAN TERHADAP KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA IBU HAMIL DI KLINIK NURANI GODEAN
(Presentasi Oral pada Simposium Gizi Nasional FK UGM, 15 Oktober 2011)
Sandy Ardiansyah1, Tri Siswati2, Elza Ismail3, Nur Dwi Handayani4
1. Jurusan Gizi Potekkes Kemenkes Yogyakarta (sandy_ahligizi@ymail.com, 081367766648)
2. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (tiur_gizi_yogya@yahoo.com, 081227614547)
3. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
4. Ahli Gizi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta
ABSTRAK
Osteoporosis bisa terjadi ketika seorang perempuan sedang hamil atau menyusui. Wanita yang sedang hamil harus mempunyai asupan Fe, kalsium yang lebih bagi perkembangan janin. Faktor inhibitor penyerapan kalsium adalah zat organik yang dapat bersenyawa dengan kalsium membentuk garam yang tidak larut, antara lain konsumsi asam oksalat, natrium dan serat. Jarak kelahiran yang pendek juga dapat mempengaruhi risiko osteoporosis, karena ibu belum mempunyai waktu yang cukup untuk mengembalikan kesehatan setelah persalinan sebelumnya. Penelitian case-control ini dilakukan di Klinik Nurani Godean pada tahun 2011 dengan tujuan mengetahui faktor risiko asupan Fe, inhibitor kalsium dan jarak kelahiran terhadap kejadian osteoporosis pada ibu Hamil. Sebanyak 90 ibu hamil terdiri dari 30 osteoporosis dan 60 non osteoporosis diteliti sebagai sampel. Data yang diteliti meliputi asupan Fe, inhibitor kalsium, jarak kelahiran, dan Bone Mineral Density. Sebagian besar ibu hamil osteoporosis terjadi pada trimester III (60%), mempunyai asupan Fe berisiko (93,3%), asupan asam oksalat berisiko (53,3%), asupan natrium yang berisiko (56,7%), asupan serat berisiko (56,7%) dan jarak kelahiran berisiko (3,3%). Sebagian besar ibu hamil non osteoporosis terjadi pada trimester II (35%) dan trimester III (33,3%), mempunyai asupan Fe berisiko (91,7%), asupan asam oksalat berisiko (30%), asupan natrium berisiko (45%), asupan serat berisiko (48,3%) dan jarak kelahiran berisiko (1,7%).
Kata Kunci : Asupan Fe, Inhibitor Kalsium, Jarak Kelahiran, Osteoporosis
ABSTRACT
Osteoporosis happened when a woman is pregnant or lactating. Pregnant women must have more
iron intake, more calcium intake for development babies inside. A factor that inhibitors calcium absorption is the presence of organic substances that can be compound with calcium to form insoluble salts, such as the consumption of oxalic acid, sodium and fiber. Birth space of near can also being the risk of osteoporosis, the mother which no time to recover health after child birth.
Observasional research with design of case-control study. Research conducted at Klinik Nurani Godean. There are 90 sample pregnant women such as 30 pregnant women as osteoporosis and 60 pregnant women as non osteoporosis. As data research iron intake, calcium inhibitor, birth space, and Bone Mineral Density.
Most pregnant women with osteoporosis happen in the third trimester (60%), iron consumption risk (93,3%), oxalic acid consumption risk (53,3%), sodium consumption risk (56,7%), fiber consumption risk (56,7%) and birth space risk (3,3%). After that, the majority of pregnant women on non-osteoporosis happen in the second trimester (35%) and the third trimester (33,3%), iron consumption risk (91,7%), oxalic acid consumption risk (30%), sodium consumption risk (45%), fiber consumption risk (48,3%) and birth space risk (1,7%).
Keywords : Iron intake, Calcium inhibitor, Birth space, Osteoporosis
Download disini untuk mendapatkan PDF FULL TEXT.
Komentar
Posting Komentar