SUPLEMENTASI VITAMIN A DOSIS TINGGI DI INDONESIA
SUPLEMENTASI VITAMIN A DOSIS TINGGI DI INDONESIA
Anindhita Syahbi Syagata1, dan Silvi Lailatul Mahfida2
1Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Gajah Mada 2Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Gajah Mada
ABSTRAK
Survei WHO tahun 2005 sudah menunjukkan penurunan angka kejadian Kurang Vitamin A (KVA) di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Keberhasilan program tersebut secara langsung juga ditunjukkan oleh penurunan prevalensi xeropthalmia dan kematian akibat infeksi pada anak-anak dan ibu hamil.Program suplementasi tersebut diberikan dua kali dalam satu tahun dengan dosis 100.000IU pada anak-anak dan 200.000IU pada wanita. Akan tetapi, National Institutes of Health mengemukakan bahwa dosis 10.000IU sudah merupakan dosis toksin yang akan berpengaruh pada kesehatan tulang. Pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi ini perlu mendapat pengkajian lebih lanjut.Terutama efeknya pada kesehatan tulang berkaitan dengan gangguan penyerapan kalsium dan pembentukan radikal bebas akibat suplementasi vitamin A dengan dosis yang berlebihan.
Kata kunci: suplementasi vitamin A, toksisitas, kesehatan tulang
ABSTRACT
Survey of World Health Organization on 2005 has shown the decreasing of number Vitamin A Deficiency (VAD) in developing country, including Indonesia. One of the achievements of the program directly is decreasing xerophthalmia prevalence and infection mortalilty in children and pregnant women. It is given twice a year with 100.000IU dose for children and 200.000IU dose for women. But National Institutes of Health reveals that 10.000IU dose is being toxic influencing bone health. It needs many studies, especially the effect on calcium absorption and free radical forming.
Keywords: vitamin A supplementation, toxicity, bone health.
DOWNLOAD FILE DISINI UNTUK FULL TEXT.
Komentar
Posting Komentar