FAKTOR PENGARUH KEBUGARAN AEROBIK PADA REMAJA DI JAKARTA TAHUN 2013
FAKTOR PENGARUH KEBUGARAN AEROBIK PADA REMAJA DI JAKARTA TAHUN 2013
Fani Widiartha1
1Pascasarjana Gizi Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok
ABSTRAK
Pendahuluan: Kebugaran aerobik sangat penting karena merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Kebugaran aerobik yang rendah pada seseorang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Kebugaran aerobik seseorang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang sering diteliti adalah faktor jenis kelamin, status gizi, asupan gizi, dan aktivitas fisik.
Metode: Literature review ini menelaah dua penelitian akademik FKM UI yang dilakukan pada tahun 2013 dan bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kebugaran aerobik pada remaja di Jakarta.
Hasil: Hasil univariat dari dua penelitian tersebut menunjukkan bahwa kebugaran aerobic pada remaja di Jakarta berada pada tingkat rendah. Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan kebugaran aerobik dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil analisis bivariat pada dua penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi status kebugaran aerobik pada remaja di Jakarta adalah faktor jenis kelamin (P Value = 0,00), status gizi berdasarkan IMT/U (P Value = 0,00) dan persen lemak tubuh (P Value = 0,00), aktvitas fisik (P Value = 0,00), asupan protein (P Value = 0,01, 0,02), dan asupan seng (P Value = 0,00).
Kesimpulan: Berdasarkan kedua hasil penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa dengan status gizi normal, melakukan aktivitas fisik, serta asupan gizi yang baik dapat meningkatkan kebugaran aerobik pada remaja di Jakarta. Untuk menunjang kebugaran siswa perlu dilakukan tes kebugaran secara rutin di sekolah, lebih banyak aktivitas fisik pada siswa, pemantauan berat badan, tinggi badan, dan persen lemak tubuh secara rutin pada siswa.Selain itu perlu adanyapemantauan asupan gizi siswa dan juga edukasi mengenai gizi seimbang kepada siswa.
Kata Kunci: Remaja, Kebugaran, Aerobik, VO2Max, Gizi
ABSTRACT
Introduction: Aerobic fitness is very important thing because it is one of the factors that can improve the quality of life. Low aerobic fitness on a person can increase the risk of cardiovascular disease. Aerobic fitness in someone is influenced by several factors. Factors that are well researched are gender, nutritional status, nutrition intake, and physical activity.
Method: This literature review examines two academic researches from FKM UI conducted in 2013 and aims to determine the factors that affect aerobic fitness in adolescents in Jakarta.
Result: Univariate results from these two studies indicate that aerobic fitness in adolescents in Jakarta is at a low level. The bivariate analysis is used to determine the relationship of aerobic fitness with the factors that influence it. The results of the bivariate analysis in two studies showed that the factors affecting the aerobic fitness status in adolescents in Jakarta are gender (P Value = 0,00), nutritional status based on BMI/A (P Value = 0,00) and percent body fat (P Value = 0,00), physical activity (P Value = 0,00), protein intake (P Value = 0,01, 0,02), and zinc intake (P Value = 0,00).
Conclusion: Based on the results of these two studies, it is known that sex, nutritional status, physical activity, intake of protein, and zinc intake are the factors that related to aerobic fitness in adolescents in Jakarta. To support the aerobic fitness of the student, the aerobic test, body weight, height, and percent body fat should be held regularly at school to the students. Besides, it needs to monitor the nutritional intake of the student and give nutritional education to the student.
Keywords: Adolescent, Fitness, Aerobic, VO2Max, Nutrition
DOWNLOAD FILE DISINI UNTUK FULL TEXT.
Komentar
Posting Komentar