PERBEDAAN POLA KONSUMSI SUMBER KARBOHIDRAT PADA USIA DEWASA (>18 TAHUN) DI DESA TEPUS, YOGYAKARTA DAN KELURAHAN CINANGKA, JAWA BARAT TAHUN 2012
PERBEDAAN POLA KONSUMSI SUMBER KARBOHIDRAT PADA USIA DEWASA (>18 TAHUN) DI DESA TEPUS, YOGYAKARTA DAN KELURAHAN CINANGKA, JAWA BARAT TAHUN 2012
Rifqah Indri Amalia*
1Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
ABSTRAK
Kejadian kegemukan dan obesitas di seluruh dunia termasuk Indonesia semakin meningkat. Kegemukan dan obesitas memiliki kaitan yang sangat erat dengan perilaku mengkonsumsi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya kejadian kegemukan dan obesitas serta melihat adanya perbedaan indeks massa tubuh dan perbedaan jumlah, jenis, dan frekuensi konsumsi sumber karbohidrat di pedesaan (Desa Tepus, Wonosari, Yogyakarta) dan di perkotaan (Kelurahan Cinangka, Kota Depok, Jawa Barat). Data penelitian terdiri dari pola konsumsi sumber karbohidrat (jenis, jumlah dan frekuensi) diambil menggunakan metode recall 24-hour dan food frequency questionnaire. Status kegemukan dan obesitas diketahui dengan mengukur indeks massa tubuh (kg/m2). Analisis bivariat menggunakan uji t independen untuk melihat perbedaan di pedesaan dan perkotaan. Jumlah sampel penelitian ada sebanyak 58 orang yang tersebar merata sebanyak 29 orang baik di pedesaan maupun perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian kegemukan dan obesitas lebih banyak terjadi di perkotaan (27.6%) di bandingkan di wilayah pedesaan (17.2%). Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0.006) pada indeks massa tubuh subjek penelitian di pedesaan dan perkotaan dimana rata-rata indeks masa tubuh di perkotaan sudah memasuki kategori kegemukan. Perbedaan yang signifikan (p=0.007) antara di pedesaan dan perkotaan juga terjadi pada frekuensi sumber karbohidrat berupa umbi berpati dan hasil olahannya.
Kata kunci: indeks massa tubuh, umbi berpati, gizi lebih, karbohidrat
ABSTRACT
World’s occurence of overweight and obesity is increasing, included Indonesia. Overweight and obesity have strong relations with food consumption behaviour. The aim of this study is to observe the prevalence of overweight and obesity and also to see the differences of body mass index, variations and frequency of carbohydrate sources consumption between people in rural (Tepus, Wonosari, Yogyakarta) and urban (Cinangka, Depok, West Java). Variable of this study consists of carbohydrate source consumption patterns (variation, amount and frequency) which gathered by 24-hour recall also food frequency questionnaire and body mass index (kg/m2) as an indicator to determine the status of overweight and obesity. Bivariate data analysis using t-test for two independent samples, in order to know the differences between the prevalence in rural dan urban. Total samples are 58 people, each population represent by 29 respondents. Study result shows that the percentage of overweight and obesity in urban population (27.6%) greater than rural (17. 2%). As the result, body mass index average (p=0.006) and frequency of starchy tubers and its derivative products consumption (p=0.007) show significant differences between people in urban and rural.
Keywords: body mass index, starchy tubers, over-nutrition, carbohydrate
DOWNLOAD FILE DISINI UNTUK FULL TEXT.
Komentar
Posting Komentar