Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

PROGRAM SARAPAN SEHAT DI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN GIZI MENGUBAH KEBIASAAN REMAJA YANG TIDAK SARAPAN

PROGRAM SARAPAN SEHAT DI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN GIZI MENGUBAH KEBIASAAN REMAJA YANG TIDAK SARAPAN  Lisnawaty Djamaluddin1 1Departemen Gizi Masyarakat, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar Email: lisnawatydjamaluddin.86@gmail.com ABSTRAK Pendahuluan : Masalah remaja yang melewatkan sarapan menunjukkan suatu hal yang mengganggu pikiran kita, terkait dengan hal bahwa mereka masih memerlukan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kajian pustaka ini bertujuan untuk memberikan informasi deskriptif terkait besar masalah remaja yang melewatkan sarapan pagi, faktor-faktor yang mempengaruhi remaja tidak sarapan pagi, program sarapan sehat yang telah ada yang mendukung keberhasilan perubahan perilaku remaja untuk sarapan sehat. Metode : Kajian pustaka secara naratif (unsystematic narrative review) dilakukan untuk mensintesa informasi dari 16 artikel terpilih yang meneliti tentang besar masalah melewatkan sarap...

FAKTOR PENGARUH KEBUGARAN AEROBIK PADA REMAJA DI JAKARTA TAHUN 2013

FAKTOR PENGARUH KEBUGARAN AEROBIK PADA REMAJA DI JAKARTA TAHUN 2013 Fani Widiartha1 1Pascasarjana Gizi Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok ABSTRAK Pendahuluan : Kebugaran aerobik sangat penting karena merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Kebugaran aerobik yang rendah pada seseorang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Kebugaran aerobik seseorang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang sering diteliti adalah faktor jenis kelamin, status gizi, asupan gizi, dan aktivitas fisik. Metode : Literature review ini menelaah dua penelitian akademik FKM UI yang dilakukan pada tahun 2013 dan bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kebugaran aerobik pada remaja di Jakarta. Hasil : Hasil univariat dari dua penelitian tersebut menunjukkan bahwa kebugaran aerobic pada remaja di Jakarta berada pada tingkat rendah. Analisis bivariat digunakan un...

ASUPAN MAKANAN DAN STATUS GIZI PADA ANAK CEREBRAL PALSY

ASUPAN MAKANAN DAN STATUS GIZI PADA ANAK CEREBRAL PALSY Mukhfi1 1Pascasarjana Gizi Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok ABSTRAK Pendahuluan : Anak-anak dengan gangguan perkembangan dilaporkan sebanyak 80% mempunyai masalah kesulitan makan. Anak-anak gangguan perkembangan cerebral palsy (CP) salah satunya. Anak-anak CP mengalami gangguan motorik yang dapat mengganggu asupan makanan. Gangguan ini memiliki efek yang signifikan terhadap pertumbuhan, perkembangan dan status gizi. Pembahasan status gizi dan asupan makanan pada anak CP sangat dibutuhkan, sehingga dapat diketahui kondisi asupan gizi anak CP dan memudahkan untuk melakukan intervensi secara gizi yang tepat. Metode : Artikel ini disusun dengan cara review literatur dengan kriteria artikel diambil dari artikel yang akan dipilih dari peneliti Indonesia dan dilengkapi dengan penelitian dari luar Indonesia. maka dipilih 4 artikel yang sesuai dengan kriteria terse...

PENGARUH KONSUMSI MAKANAN TINGGI KALIUM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

PENGARUH KONSUMSI MAKANAN TINGGI KALIUM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Muji Triyani1 1Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Email: mujitriyani386@gmail.com ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mempunyai prevalensi kejadian cukup tinggi di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok umur, dari usia muda sampai tua. Gejala dari penyakit ini tidak terlalu nampak, sehingga sulit terdeteksi. Apabila hipertensi tidak mendapat penanganan dengan baik dapat memicu berbagai komplikasi penyakit kardiovaskuler. Artikel ini ditulis dengan tujuan memaparkan beberapa hasil penelitian tentang peran makanan tinggi kalium dalam menurunkan tekanan darah. Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa jenis makanan yang dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Pada umumnya makanan yang dapat menurunkan tekanan darah adalah makanan dengan kandungan kalium yang tinggi. Kat...

PERBEDAAN KADAR PROTEIN TELUR AYAM RAS DENGAN PENGOLAHAN METODE BOILING, POACHING, DAN STEAMING

PERBEDAAN KADAR PROTEIN TELUR AYAM RAS DENGAN PENGOLAHAN METODE BOILING, POACHING, DAN STEAMING Annisa Novidya Utami Harahap1, Yosfi Rahmi1, Adelya Desi Kurniawati1 1Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Malang ABSTRAK Pendahuluan : Telur ayam ras merupakan sumber protein hewani yang sering dikonsumsi karena harganya murah, mudah didapat, dan mudah diolah. Telur harus diolah sebelum dikonsumsi karena berisiko terkontaminasi bakteri patogen dan mengandung zat anti gizi (avidin). Namun, pengolahan dapat mempengaruhi kandungan protein pada telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar protein telur ayam ras dengan pengolahan metode boiling, poaching, dan steaming. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan, yaitu kontrol, pengolahan metode boiling, poaching, dan steaming. Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Sampel dipilih dengan melakukan sortas...

BERAT BADAN LAHIR, LAMA PEMBERIAN ASI DAN ASI EKSKLUSIF SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING BALITA DI DESA LANGENSARI KABUPATEN SEMARANG

BERAT BADAN LAHIR, LAMA PEMBERIAN ASI DAN ASI EKSKLUSIF SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING BALITA DI DESA LANGENSARI KABUPATEN SEMARANG Aysha Ayunda Akbar1, Agustin Syamsianah1, Yuliana Noor Setiawati Ulvie1 1Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang E-mail : ayshayunda79@gmail.com ABSTRAK Pendahuluan : Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang. Stunting didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD. Stunting pada balita perlu menjadi perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berat badan lahir, lama pemberian ASI dan ASI eksklusif sebagai faktor risiko kejadian stunting balita. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain case control. Penelitian dimulai dengan mengi...

ASUPAN DAN STATUS GIZI PADA PASIEN DISFAGIA PASCA STROKE

ASUPAN DAN STATUS GIZI PADA PASIEN DISFAGIA PASCA STROKE Utih Arupah1 1Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok ABSTRAK Pendahuluan : Stroke dapat menyebabkan turunnya status gizi. Status gizi kurang banyak ditemui pada pasien stroke saat awal masuk rumah sakit, prevalensinya berkisar antara 16- 22%. Status gizi kurang pada pasien stroke menyebabkan timbulnya berbagai dampak antara lain; meningkatnya mortalitas, lama hari rawat, dan penurunan status fungsional. Risiko status gizi kurang akan semakin meningkat pada pasien stroke yang mengalami gangguan menelan atau disfagia. Disfagia pada pasien stroke menyebabkan berkurangnya asupan makan, dehidrasi, sehingga memerlukan pemberian makanan enteral lewat pipa. Tulisan ini membahas tentang hubungan asupan (energi dan protein) terhadap status gizi pasien stroke dengan disfagia. Metode : Artikel ini menggunakan metode studi pustaka pada 2 hasil penelitian yang berkaitan dengan asupan z...

PEMANFAATAN TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG LABU KUNING UNTUK PEMBUATAN FORMULA KUE KERING KAYA SERAT SEBAGAI ALTERNATIF PENANGGULANGAN PENYAKIT DEGENERATIF

PEMANFAATAN TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG LABU KUNING UNTUK PEMBUATAN FORMULA KUE KERING KAYA SERAT SEBAGAI ALTERNATIF PENANGGULANGAN PENYAKIT DEGENERATIF Nur Hikmawaty S1, Ulfa Purnamasari1, Lia Nurmilatun Saidah1, Asrul Sani 2. 1Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makasar 2Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makasar ABSTRAK Latar Belakang : Konsumsi serat di Indonesia hanya 10,5 gram dari 30 gram kebutuhan perhari, sehingga dibutuhkan inovasi untuk mengatasi kekurangan serat. Metode : Labu kuning dan tempe dipilih karena serat yang tinggi dan berbasis pangan lokal. Penelitian dilakukan di laboratorium Biofisik Universitas Hasanuddin bersifat observatif dengan desain penelitian eksperimen. Langkah pembuatan produk siapkan loyang, oven, mangkuk, mikser, dimasukkan bahan sesuai persentasi yang ditentukan. Kocok dengan kecepatan rendah. Diamkan 10 menit. Cetakan diolesi mentega kemudian adonan d...

PEMANFAATAN PATI SINGKONG DAN TEPUNG IKAN KEMBUNG COMO SEBAGAI BISKUIT MP-ASI LOKAL

PEMANFAATAN PATI SINGKONG DAN TEPUNG IKAN KEMBUNG COMO SEBAGAI BISKUIT MP-ASI LOKAL Rahmi Dzulhijjah1, Erry Yudhya Mulyani1 1Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Esa Unggul ABSTRAK Latar belakang : Di wilayah Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang pangan yang banyak dihasilkan dan dikonsumsi ialah singkong dan ikan kembung jenis como. Pati singkong sebagai sumber karbohidrat dan tepung ikan kembung como yang mengandung minyak sedang (medium oil) 5-15% dan berprotein tinggi (high protein) 15-20%. Penelitian ini dibuat dengan tujuan pemanfaatan pati singkong dan tepung ikan kembung como sebagai biskuit MP-ASI lokal. Metode : Penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS) dengan 3 variasi konsentrasi dan menggunakan analisis statistik one way anova dengan uji lanjut LSD. Dari hasil uji daya terima, biskuit yang terpilih yaitu dengan criteria perbandingan konsentrasi 20% pati singkong dan 80% tepung terigu ; 40% ...

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN IBU HAMIL DI KABUPATEN JENEPONTO

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN IBU HAMIL DI KABUPATEN JENEPONTO Nur Hikmawaty S1, Veni Hadju1, Devintha Virani1 1Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin Makassar E-mail : nurhikmawaty.nw@gmail.com,085256389840 ABSTRAK Ibu hamil merupakan kelompok rawan kekurangan gizi sehingga pasa masatersebut masa tersebut dibutuhkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap peningkatan berat badan ibu hamil di Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pre post test. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling. Subjek dibagi tiga kelompok. Kelompok A menerima tepung kelor, kelompok B menerima tablet tambah darah berupa zat besi, kelompok C menerima ekstrak daun kelor. Ibu hamil menerima 168 kapsul dengan aturan minum mengonsumsi sebanyak dua tablet sehar...

MASALAH GIZI PADA PASIEN KEMOTERAPI DI TIGA RUMAH SAKIT

MASALAH GIZI PADA PASIEN KEMOTERAPI DI TIGA RUMAH SAKIT Dwi Sugiarti Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ABSTRAK Pendahuluan : Pada penderita kanker dengan pengobatan kemoterapi seringkali mengalami efek samping berupa mual, muntah, stomatitis, tenggorokan terasa kering dan sakit menelan sehingga mengalami banyak masalah gizi. Efek samping tersebut akan mengakibatkan penurunan asupan makanan. Selain itu keadaan kanker sendiri menyebabkan anemia dan gangguan metabolisme zat gizi di dalam tubuh, yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan status gizi. Metode : Artikel ini merupakan penelusuran literatur dengan menelaah tiga penelitian tentang masalah-masalah gizi pada pasien kanker dengan kemoterapi di tiga rumah sakit.  Hasil : Dari ketiga penelitian tersebut diketahui bahwa asupan energi dan protein yang rendah dan tidak sesuai kebutuhan, dimiliki pasien kanker sebagai akibat dari efek samping kemoterapi. Status gizi buruk (IMT <17) terjadi...

PENTINGNYA SARAPAN SEHAT BAGI ANAK USIA SEKOLAH DASAR SEBAGAI MODAL JANGKA PANJANG MENCAPAI HIDUP SEHAT DAN PRODUKTIF

PENTINGNYA SARAPAN SEHAT BAGI ANAK USIA SEKOLAH DASAR SEBAGAI MODAL JANGKA PANJANG MENCAPAI HIDUP SEHAT DAN PRODUKTIF Mohammad Brachim Ansari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto E-mail: ansaribrachim@gmail.com ABSTRAK Perbaikan gizi diperlukan mulai dari masa kehamilan, bayi dan anak balita, prasekolah, anak usia sekolah dasar, remaja, dan dewasa, sampai usia lanjut untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut RISKESDAS, penduduk yang mengonsumsi makanan di bawah 70% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan tahun 2004 sebanyak 40,6%. Keadaan ini banyak dijumpai pada anak usia sekolah yaitu sebesar (41,2%). Anak Sekolah Dasar (SD) adalah anak usia 6-12 tahun. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat membutuhkan gizi yang cukup agar tidak terjadi penyimpangan pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Makan pagi atau sarapan pagi mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan energi anak sekolah. Pada umu...

PERBEDAAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO (KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, DAN AIR) BERDASARKAN TINGKAT STRES PADA REMAJA PUTRI PENGHUNI RUSUNAWA PUTRI UNIMUS RESIDENCE I

PERBEDAAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO (KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, DAN AIR) BERDASARKAN TINGKAT STRES PADA REMAJA PUTRI PENGHUNI RUSUNAWA PUTRI UNIMUS RESIDENCE I Hariyati Fitriana, Agustin Syamsianah, Yuliana Noor Setiawati Ulvie Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang ABSTRAK Pendahuluan : Masa remaja merupakan masa yang rentan dengan permasalahan, karena pada masa tersebut emosi belum stabil. Masalah yang saat ini banyak dialami remaja adalah manifestasi dari stres seperti depresi, kecemasan, pola makan yang tidak teratur, penyalahgunaan obat serta penyakit lainnya. Gambaran kondisi emosional remaja yang tidak stabil menyebabkan individu cenderung melakukan pelarian diri dengan cara banyak makan-makanan yang mengandung kalori atau kolesterol tinggi, sehingga dapat menyebabkan kegemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro (Karbohidrat, Lemak, Protein, dan Air) berdasa...

FAKTOR RISIKO GIZI TERHADAP KEJADIAN DEMENSIA PADA LANJUT USIA DI PANTI WERDA ELIM SEMARANG

FAKTOR RISIKO GIZI TERHADAP KEJADIAN DEMENSIA PADA LANJUT USIA DI PANTI WERDA ELIM SEMARANG Nuria Wicitania, Agustin Syamsianah, Yuliana Noor Setiawati Ulvie Program Studi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang ABSTRAK Pendahuluan : Demensia adalah gejala yang disebabkan oleh penyakit otak yang biasanya bersifat kronis atau progresif. Demensia adalah gejala penurunan fungsi intelektual umumnya ditandai terganggunya minimal tiga fungsi yaitu bahasa, memori dan emosional. Dua faktor yang sangat berkaitan erat dengan demensia yaitu protective factors (tingkat pendidikan, aktivitas fisik, pola konsumsi) dan risk factors (usia, tingkat pendidikan dan riwayat demensia keluarga). Pola konsumsi dapat dilihat dengan tingkat kecukupan zat gizi mikro, karena zat gizi mikro seperti vitamin B6, asam folat, B12 dan mineral magnesium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko gizi yang paling mempengaruhi kejadian demensia pada lansia di...

PERBEDAAN POLA KONSUMSI BAHAN MAKANAN SUMBER PROTEIN KELUARGA DI DAERAH PANTAI, DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI DI WILAYAH KOTA SEMARANG

PERBEDAAN POLA KONSUMSI BAHAN MAKANAN SUMBER PROTEIN KELUARGA DI DAERAH PANTAI, DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI DI WILAYAH KOTA SEMARANG Siti Hamidah, Agus Sartono, Hapsari Sulistya Kusuma Program Studi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang. ABSTRAK Pendahuluan : Pola konsumsi terdiri dari keragaman, jumlah dan frekuensi bahan makanan yang dikonsumsi. Perbedaan pola konsumsi antar kelompok masyarakat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah potensi daerah tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi bahan makanan sumber protein keluarga di daerah pantai, dataran rendah dan dataran tinggi.  Metode : Penelitian analitik dengan desain belah lintang dan metode survei. Jumlah sampel 30 KK pada setiap tipe wilayah yang diambil dengan cara random sampling. Uji ANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi bahan makanan sumber protein keluarga di daerah pantai, dataran rendah d...

SMOOTROPS: MINUMAN PADUAN BUAH TROPIS BERBASIS WHOLE FOOD DENGAN POTENSI ANTIOKSIDAN SEBAGAI PENCEGAH PENYAKIT DEGENERATIF

SMOOTROPS: MINUMAN PADUAN BUAH TROPIS BERBASIS WHOLE FOOD DENGAN POTENSI ANTIOKSIDAN SEBAGAI PENCEGAH PENYAKIT DEGENERATIF Riska Amelia Mulyo1 , Indah Widia Ningsih2 , Abdul Aziz3 1 1Mahasiswa Program Studi Gizi Masyarakat, 2Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor Jalan Raya Dramaga, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, 16680 E-mail : Amelia.mulyo@gmail.com ABSTRAK Hingga saat ini penyakit degeneratif telah menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Hampir 17 juta orang meninggal lebih awal setiap tahun akibat epidemi global penyakit degeneratif. Kematian warga negara dengan pendapatan nasional sedang dan rendah akibat penyakit degeneratif mencapai 80%. Survei dari 41.590 kematian sepanjang tahun 2014 di Indonesia menunjukkan penyebab kematian akibat penyakit demigeneratif meningkat dari tahun ke tahun. Akhir-akhir ini teori radikal bebas banyak mendapat dukungan dari para ahli sebagai penyebab penyakit degeneratif. Pada teori ini disebutkan bahwa radikal ...

MENGOPTIMALKAN PERFORMA ATLET MELALUI PENGATURAN INDEKS GLIKEMIK PAN

MENGOPTIMALKAN PERFORMA ATLET MELALUI PENGATURAN INDEKS GLIKEMIK PAN Bibi Ahmad Chahyanto1  1Peminatan Ilmu Gizi Manusia,Program Studi Ilmu Gizi, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680  E-mail : bibiahmadchahyanto@rocketmail.com ABSTRAK Konsep Indeks Glikemik (IG) pangan tidak hanya terkait dengan pengaturan diet untuk diabetisi, tetapi juga diet untuk atlet. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan diet berbasis IG pangan untuk mengoptimalkan performa atlet pada saat bertanding. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa dua sampai tiga jam sebelum bertanding atlet dianjurkan mengonsumsi sumber karbohidrat dengan IG rendah. Setelah pertandingan dianjurkan mengonsumsi pangan IG tinggi jika periode istirahatnya pendek (24 jam).  Kata kunci : Performa, Atlet, Indeks Glikemik Pangan  ABSTRACT Glycemic Index (GI) is not only associated with diet for diabetes, but also diet for athletes. This article aims to examine GI diet to optimize the perfor...

LUPIN : BAHAN PANGAN ALTERNATIF UNTUK HIPERKOLESTEROLEMIA, VEGETARIAN, DAN ANAK AUTIS

LUPIN : BAHAN PANGAN ALTERNATIF UNTUK HIPERKOLESTEROLEMIA, VEGETARIAN, DAN ANAK AUTIS Anita Anggraeni, Revina Febri Nadiasari Putri,Shelvi Sasmita1 1Mahasiswa Program Studi Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor 16680 Bogor Indonesia Email: shelvisasmita.ss@gmail.com ABSTRAK Maraknya non-comunicable chronic disease di Indonesia diantaranya diabetes melitus tipe 2 dan hiperkolesterolemia membuat banyak orang semakin menyadari pentingnya memilih makanan yang dapat meningkatkan kesehatan. Meningkatnya konsumsi lemak jenuh dan jarangnya olahraga merupakan salah satu faktor peningkat resiko hiperkolesterolemia di Indonesia. Hiperkolesterolemia tidak hanya menjadi masalah di Indonesia tetapi juga menjadi masalah di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Seperti yang telah diketahui hiperlipidemia dapat memicu berbagai penyakit kronis. Berbagai penelitian di bidang kesehatan telah mengembangkan berbagai cara untuk menurunkan angka hiperkolesterolemia, salah satunya adalah menggu...

NUTRIENT PROFILING: PERAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

NUTRIENT PROFILING: PERAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT Alfu Nikmatul Laily Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Depok E-mail: alfunikmatul@gmail.com ABSTRAK Kebutuhan zat gizi pada tiap individu berbeda-beda sehingga dibutuhkan pedoman untuk mencukupi kebutuhan diet seimbang yang berprinsip pada pemenuhan kebutuhan nutrien tubuh sesuai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Nutrient profiling merupakan sistem klasifkasi makanan berdasarkan nutrien yang terkandung di dalamnya untuk mencegah suatu outcome tertentu pada tubuh. Secara umum, nutrient profiling dikembangkan berdasarkan konsep densitas energi dan densitas nutrien yang diharapkan akan memicu kesadaran diri pada konsumen. Perkembangan nutrient profiling dapat dikatakan fluktuatif sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi pada suatu zaman. Tidak hanya diterapkan dalam bidang kesehatan masyarakat namun nutrient profiling telah merambah ke sisi komersial bahkan regulasi pemerin...

KADAR ISOFLAVON DAN PATI RESISTEN BERAS TIRUAN INSTAN TEPUNG KOMPOSIT (BERAS, GADUNG DAN KEDELAI) SEBAGAI MAKANAN FUNGSIONAL PENDERITA DIABETES MELLITUS

KADAR ISOFLAVON DAN PATI RESISTEN BERAS TIRUAN INSTAN TEPUNG KOMPOSIT (BERAS, GADUNG DAN KEDELAI) SEBAGAI MAKANAN FUNGSIONAL PENDERITA DIABETES MELLITUS Rizal Yahya, Arif Sabta Aji, Dwi Yuwono Kristanto, Rois Alfarisi1 1Program Studi Ilmu Gizi, Universitas Brawijaya E-mail : sabtaaji@gmail.com ABSTRAK Pendahuluan : Sebagai makanan pokok beras putih memiliki nilai indeks glikemik yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar gula dalam darah yang memicu terjadi dibetes mellitus. Untuk menekan konsumsi beras putih yang masih tinggi, dilakukan program diversifikasi pangan salah satunya dengan membuat beras tiruan yang terbuat dari tepung komposit dari tepung beras, tepung gadung dan tepung kedelai. Kelebihan dari beras tiruan tersebut yaitu memiliki kandungan indeks glikemik rendah sehingga memberi efek yang baik bagi penyakit diabetes mellitus. Selain dari indeks glikemik rendah, konsumsi isoflavon dan pati resisten juga dapat memberikan efek yang baik bagi penderita diabetes mellitus....

APLIKASI NANOENKAPSULASI MINERAL BESI (FE) DAN ZINC (ZN)

APLIKASI NANOENKAPSULASI MINERAL BESI (FE) DAN ZINC (ZN) Nur Ahmad Habibi, Prettika Juhan Arini, Adisty Nurul Husna, Dziky Muhammad, Citra Tristi Utami, Nutrition Science Faculty, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia E-mail : nurahmadhabibi95@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang :Permasalahan gizi kurang pada bayi dan balita di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Indonesia menunjukkan prevalensi gizi kurang pada bayi dan balita mencapai 19,6 %. Defisiensi zat besi (Fe) dan zink (Zn) merupakan permasalahan gizi yang sering ditemui pada bayi dan balita, namun pemberian Fe dan Zn melalui fortifikasi maupun suplementasi secara bersamaan untuk mengatasi permasalahan tersebut belum bisa dilakukan karena dapat menimbulkan interaksi yang dapat menurunkan bioavabilitas dari salah satu mineral. Nanoenkapsulasi merupakan teknologi untuk melindungi zat dari interaksi sebelum masuk dalam sel target serta meningkatkan bioavabilitas zat yang dibawanya....

NUTRIGENOMIK DAN NUTRIGENETIK: PERAN DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT

NUTRIGENOMIK DAN NUTRIGENETIK: PERAN DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT Nita Azka Nadhira Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ABSTRAK Zat gizi dalam makanan dapat berkontribusi langsung terhadap terjadinya penyakit. Selain zat gizi, faktor gen juga berkontribusi terhadap kesehatan manusia. Hubungan interaksi antara faktor gen dan gizi disebut sebagai nutrigenomik dan nutrigenetik. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan peran nutrigenomik dan nutrigenetik dalam pencegahan penyakit. Nutrigenetik berperan dalam koordinasi respon gen tubuh dalam merespon zat gizi, sedangkan nutrigenomik berperan dalam menentukan pengaruh zat gizi terhadap ekspresi dan regulasi gen. Nutrigenetik digunakan untuk mencegah penyakit monogenik, yaitu penyakit yang disebabkan oleh satu kelainan gen, seperti  laktosa intolerans, fenilketonuria, dan galaktosemia. Sedangkan, untuk penyakit poligenik dapat dicegah dengan nutrigenomik. Penyakit poligenik, seperti diabetes...

STUNTING DAN PENCEGAHANNYA MELALUI GERAKAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (1000 HPK)

STUNTING DAN PENCEGAHANNYA MELALUI GERAKAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (1000 HPK) Bibi Ahmad Chahyanto Peminatan Ilmu Gizi Manusia, Program Studi Ilmu Gizi, Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680 ABSTRAK Stunting di Indonesia telah menjadi masalah kesehatan masyarakat tingkat berat dengan prevalensi sebesar 37,2% pada tahun 2013. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji masalah stunting dan pencegahannya melalui gerakan 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Program 1000 HPK telah cukup banyak berhasil dilakukan  di beberapa negara seperti Ethiopia, Hiti, India (Maharashtra), Nepal, Peru, dan Rwanda sebagai salah satu pencegah kejadian stunting pada balita. Keberhasilan program gerakan 1000 HPK tidak akan tercapai jika tidak adanya keterlibatan dan komitmen berbagai pihak baik itu pemangku kebijakan pusat, daerah, maupun masyarakat. Kata kunci : Indonesia, 1000 HPK, stunting ABSTRACT Stunting had became a severe public problems in Indonesia. In 2013, the prevalence of st...

KECAMBAH KACANG HIJAU DAN EFIKASINYA TERHADAP KESEHATAN

KECAMBAH KACANG HIJAU DAN EFIKASINYA TERHADAP KESEHATAN Muhammad Asrullah Mahasiswa S2 Program Studi IKM Minat Gizi Kesehatan FK UGM ABSTRAK Penyakit tidak menular menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Pencegahan  dan tatalaksana penyakit tidak menular dapat dilakukan dengan obat dan pengaturan pola makan yang kaya antioksidan termasuk konsumsi sumber vitamin E. Kecambah kacang hijau mengandung tinggi vitamin E dan antioksidan lainnya. Tujuan kajian pustaka ini disusun sebagai bahan kajian umum mengenai sifat kecambah kacang hijau dalam hal pencegahan penyakit tidak menular. Hasil analisis review menunjukkan bahwa kacang hijau setelah perkecambahan memiliki aktivitas biologis dan kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan kacang hijau utuh. Kecambah dari kacang hijau mengandung 44 jenis flavonoid dan 12 jenis asam fenol serta antioksidan lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan serum kolesterol darah. Kesimpulan telaah ini perlu dilakukan penelitian secara spesifik untuk...

DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE SEBAGAI TERAPI PENDUKUNG PENYANDANG AUTIS

DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE SEBAGAI TERAPI PENDUKUNG PENYANDANG AUTIS Rahmita Utami Ramadhani Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor ABSTRAK Autisme merupakan gangguan yang terjadi pada sistem kognitif dan motorik sehingga umumnya penderita autis memiliki masalah terhadap proses sosialisasi, komunikasi, dan gangguan perilaku. Jumlah autisme terus mengalami peningkatan, di Indonesia jumlah penyandang autis bertambah sebanyak 0,15% atau sekitar 6.900 anak per tahunnya dan sebagian besar dialami anak laki-laki sehingga perlu adanya solusi alternatif dalam menangani gejala autisme salah satunya melalui pengaturan diet. Umumnya diet yang diterapkan adalah diet gluten free casein free. Prinsip diet ini adalah dengan membatasi konsumsi pangan yang mengandung protein gluten dan kasein seperti tepung terigu, gandum, dan susu sapi. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penerapan diet ini mampu mengubah emosi perilaku pada anak autis menjadi le...

DAMPAK PERILAKU MAKAN ANAK TERHADAP STATUS GIZI

DAMPAK PERILAKU MAKAN ANAK TERHADAP STATUS GIZI Nuryani1*, Ade Irmayanti Handayani1, Dhuha Itsnanisa Adi1, Meita Amirah Kuncoro1, Kasmawati2 1Magister Program Studi Kesehatan Masyarakat, Konsentrasi Gizi Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar 2Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kendari ABSTRAK Perilaku makan mulai terbentuk sejak tahun pertama kehidupan dan akan mempengaruhi perilaku makan anak. Di usia dewasa perilaku makan yang telah terbentuk dapat berdampak pada status gizi dan kesehatan. Perilaku makan merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor yang berbeda. Diantara faktor-faktor tersebut yaitu food preference yang merupakan faktor individu, lingkungan keluarga dan lingkungan sosial budaya. Perilaku makan yang menyimpang pada anak seperti perilaku jajan (snacking), melewatkan sarapan (skipping breakfast), penolakan terhadap makanan (picky eating), dan makan berlebih (over eating). Makalah ini bertujuan mengetahui  bagaimana pengaruh perilaku-perilaku terse...

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS GUNUNGPATI SEMARANG

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS GUNUNGPATI SEMARANG 1Daniek Nur Widyastuti. 2Ali Rosidi. 3Yuliana Noor S.U  1,2,3 Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang ABSTRAK Pendahuluan : Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berkontribusi 28% penyebab kematian bayi <1 tahun dan 23% pada balita. Faktor resiko yang mempengaruhi ISPA diantaranya status gizi. Balita dengan status gizi kurang lebih mudah terserang ISPA. Infeksi Saluran Pernafasan Akut 80-90% dari seluruh kematian disebabkan oleh pneumonia. Hasil data Puskesmas Gunungpati Bulan Oktober-Desember 2013 terdapat 473 balita terkena ISPA. Berdasarkan data tahun 2012 di Puskesmas Gunungpati ISPA sebanyak 87,49%, tahun 2013 sebanyak 84,49% serta selalu di peringkat pertama data sepuluh besar penyakit.  Metode : Metode penelitian adalah deskriptif korelasional dengan desain Cross Sectional Study. Sampel penelitian i...