Postingan

Menampilkan postingan dengan label JURNAL BIMGI VOL 1 NO 2

GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, DAN TINGKAT KEBUGARAN ATLET OLAHRAGA BERMAIN DI PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR (PPLP) DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI SULAWESI SELATAN

GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, DAN TINGKAT KEBUGARAN ATLET OLAHRAGA BERMAIN DI PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR (PPLP) DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI SULAWESI SELATAN Mustamir Kamaruddin1 1 Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin ABSTRAK Asupan zat gizi adalah jumlah zat gizi yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi, status gizi, dan tingkat kebugaran atlet olahraga bermain di PPLP Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan asupan energi, karbohidrat, lemak, vitamin C, dan kalsium semua atlet (100%) berada pada kategori kurang. Asupan vitamin D semua atlet (100%) berada pada kategori cukup. Asupan protein sebagian besar atlet ya...

PERBEDAAN POLA KONSUMSI SUMBER KARBOHIDRAT PADA USIA DEWASA (>18 TAHUN) DI DESA TEPUS, YOGYAKARTA DAN KELURAHAN CINANGKA, JAWA BARAT TAHUN 2012

PERBEDAAN POLA KONSUMSI SUMBER KARBOHIDRAT PADA USIA DEWASA (>18 TAHUN) DI DESA TEPUS, YOGYAKARTA DAN KELURAHAN CINANGKA, JAWA BARAT TAHUN 2012 Rifqah Indri Amalia* 1Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ABSTRAK Kejadian kegemukan dan obesitas di seluruh dunia termasuk Indonesia semakin meningkat. Kegemukan dan obesitas memiliki kaitan yang sangat erat dengan perilaku mengkonsumsi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya kejadian kegemukan dan obesitas serta melihat adanya perbedaan indeks massa tubuh dan perbedaan jumlah, jenis, dan frekuensi konsumsi sumber karbohidrat di pedesaan (Desa Tepus, Wonosari, Yogyakarta) dan di perkotaan (Kelurahan Cinangka, Kota Depok, Jawa Barat). Data penelitian terdiri dari pola konsumsi sumber karbohidrat (jenis, jumlah dan frekuensi) diambil menggunakan metode recall 24-hour dan food frequency questionnaire. Status kegemukan dan obesitas diketahui dengan mengukur indeks massa tubuh (kg/m2). Anali...

MANFAAT ISOFLAVON DALAM PRODUK KEDELAI MENANGGULANGI DIABETES SERTA MENCEGAH OBESITAS DAN OSTEOPOROSIS

MANFAAT ISOFLAVON DALAM PRODUK KEDELAI MENANGGULANGI DIABETES SERTA MENCEGAH OBESITAS DAN OSTEOPOROSIS Andi Imam Arundhana1 1Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Minat Gizi dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ABSTRAK Di Indonesia, produk olahan kedelai seperti tempe, tahu, susu kedelai dan beberapa jenis makanan lainnya dapat diperoleh dengan mudah. Kacang kedelai mengandung isoflavon, kaya serat protein, memiliki indeks glikemik rendah, dan tergolong sebagai makanan fungsional. Hal ini yang mendasari pemanfaat kacang kedelai secara khusus dalam penatalaksanaan obesitas, diabetes dan komorbiditas lainnya. Beberapa penelitian RCT untuk menguji efek isoflavon dari produk kedelai, menunjukkan bahwa isoflavon menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti kanker payudara dan prostat, penyakit jantung koroner, mencegah hilangnya kepadatan tulang pada usia lanjut, dan memiliki potensi untuk mencegah obesitas dan diabetes. Sumber isoflavon tidak hany...

SUPLEMENTASI VITAMIN A DOSIS TINGGI DI INDONESIA

SUPLEMENTASI VITAMIN A DOSIS TINGGI DI INDONESIA Anindhita Syahbi Syagata1, dan Silvi Lailatul Mahfida2  1Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Gajah Mada 2Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Gajah Mada ABSTRAK Survei WHO tahun 2005 sudah menunjukkan penurunan angka kejadian Kurang Vitamin A (KVA) di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Keberhasilan program tersebut secara langsung juga ditunjukkan oleh penurunan prevalensi xeropthalmia dan kematian akibat infeksi pada anak-anak dan ibu hamil.Program suplementasi tersebut diberikan dua kali dalam satu tahun dengan dosis 100.000IU pada anak-anak dan 200.000IU pada wanita. Akan tetapi, National Institutes of Health mengemukakan bahwa dosis 10.000IU sudah merupakan dosis toksin yang akan berpengaruh pada kesehatan tulang. Pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi ini perlu mendapat pengkajian lebih lanjut.Terutama efeknya pada kesehatan tulang berkaitan dengan gangguan penyerapan kalsium dan pembentukan radika...

FORTIFIKASI ZAT BESI PADA PERMEN BELIMBING WULUH DENGAN METODE MIKROENKAPSULASI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENGURANGI PREVALENSI ANEMIA GIZI BESI PADA ANAK-ANAK

FORTIFIKASI ZAT BESI PADA PERMEN BELIMBING WULUH DENGAN METODE MIKROENKAPSULASI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENGURANGI PREVALENSI ANEMIA GIZI BESI PADA ANAK-ANAK Sakinah Ulfiyanti1 1 Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor ABSTRAK Pemanfaatan belimbing wuluh sebagai bahan olahan permen dengan fortifikasi zat besi dapat menambah nilai ekonomis dan daya guna dari belimbing wuluh yang selama ini tidak termanfaatkan secara maksimal. Permen merupakan salah satu pangan yang digemari oleh anak-anak. Oleh karena itu, permen dianggap cocok menjadi salah satu produk yang difortifikasi dengan alasan fortifikasi pada makanan pokok sulit dikendalikan terkait asupan. Besi yang digunakan untuk fortifikasi adalah fero glukonat, karena penyerapannya (bioavailabilitas) lebih tinggi jika dibandingkan dengan besi jenis fero fumarat dan fero sulfat. Mikrokapsul yang terpilih untuk digunakan dalam pembuatan permen adalah 7,5% fero glukonat dengan kandungan besi 6,6 mg/gram mikrokapsul. Proses fort...

PENGARUH SUPLEMENTASI MICRONUTRIENT SPRINKLE TERHADAP NILAI Z SCORE TB/U, BB/U, DAN BB/TB PADA ANAK STUNTING USIA 12-36 BULAN

PENGARUH SUPLEMENTASI MICRONUTRIENT SPRINKLE TERHADAP NILAI Z SCORE TB/U, BB/U, DAN BB/TB PADA ANAK STUNTING USIA 12-36 BULAN Nadia Hapsari Oktarina1, Martha Irene Kartasurya2  1Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Dipenogoro   2 Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Dipenogoro ABSTRAK Asupan mikronutrien yang kurang merupakan salah satu penyebab masalah gizi di Indonesia, sehingga suplementasi mikronutrien dapat digunakan untuk meningkatkan status gizi balita.Di negara berkembang,suplementasi micronutrientsprinkle telah dilakukan untuk program suplementasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian micronutrient sprinkle terhadap status antropometri indeks BB/U, TB/U dan BB/TB pada anak stunting usia 12-36 bulan. Desain penelitian adalah eksperimental denganpre dan post test dengan control group. Populasi penelitian adalah anak usia 12-36 bulan di Kelurahan Rowosari, Tembalang, Semarang. Lima puluh subjek dari posyandu dibagi men...

MODEL POSYANDU SWASEMBADA SEBAGAI UPAYA MENYELAMATKAN ANAK-ANAK KORBAN BENCANA GUNUNG MERAPI DARI LOSS GENERATION

MODEL POSYANDU SWASEMBADA SEBAGAI UPAYA MENYELAMATKAN ANAK-ANAK KORBAN BENCANA GUNUNG MERAPI DARI LOSS GENERATION Sandy Ardiansyah1, Waryana2 1Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta 2 Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta ABSTRAK Bencana alam letusan Gunung Merapi mengakibatkan banyak kerugian, diantaranya rusaknya lingkungan, dan ekonomi masyarakat menurun. Ketersediaan pangan yang kurang akan mengakibatkan meningkatnya kasus KEP dan gizi buruk pada anak-anak. Terjadi peningkatan kasus KEP, yaitu sebesar 14,5% dan dinyatakan gizi buruk sebesar 1,3%. Anak-anak yang menderita gizi buruk bila tidak ditangani dengan tepat dapat mengakibatkan terjadinya “lost generation“. Perlu dilakukan revitalisasi posyandu untuk menanggulangi masalah di Merapi. Dengan suatu model sebagai upaya menyelamatkan anak-anak korban bencana. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dan wawancara mendalam terhadap Ibu balita, Kader Posyandu, PKK, dan tokoh masyarakat. Model ”Posya...