Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, DAN TINGKAT KEBUGARAN ATLET OLAHRAGA BERMAIN DI PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR (PPLP) DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI SULAWESI SELATAN

GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, DAN TINGKAT KEBUGARAN ATLET OLAHRAGA BERMAIN DI PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR (PPLP) DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI SULAWESI SELATAN Mustamir Kamaruddin1 1 Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin ABSTRAK Asupan zat gizi adalah jumlah zat gizi yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi, status gizi, dan tingkat kebugaran atlet olahraga bermain di PPLP Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan asupan energi, karbohidrat, lemak, vitamin C, dan kalsium semua atlet (100%) berada pada kategori kurang. Asupan vitamin D semua atlet (100%) berada pada kategori cukup. Asupan protein sebagian besar atlet ya...

PERBEDAAN POLA KONSUMSI SUMBER KARBOHIDRAT PADA USIA DEWASA (>18 TAHUN) DI DESA TEPUS, YOGYAKARTA DAN KELURAHAN CINANGKA, JAWA BARAT TAHUN 2012

PERBEDAAN POLA KONSUMSI SUMBER KARBOHIDRAT PADA USIA DEWASA (>18 TAHUN) DI DESA TEPUS, YOGYAKARTA DAN KELURAHAN CINANGKA, JAWA BARAT TAHUN 2012 Rifqah Indri Amalia* 1Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ABSTRAK Kejadian kegemukan dan obesitas di seluruh dunia termasuk Indonesia semakin meningkat. Kegemukan dan obesitas memiliki kaitan yang sangat erat dengan perilaku mengkonsumsi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya kejadian kegemukan dan obesitas serta melihat adanya perbedaan indeks massa tubuh dan perbedaan jumlah, jenis, dan frekuensi konsumsi sumber karbohidrat di pedesaan (Desa Tepus, Wonosari, Yogyakarta) dan di perkotaan (Kelurahan Cinangka, Kota Depok, Jawa Barat). Data penelitian terdiri dari pola konsumsi sumber karbohidrat (jenis, jumlah dan frekuensi) diambil menggunakan metode recall 24-hour dan food frequency questionnaire. Status kegemukan dan obesitas diketahui dengan mengukur indeks massa tubuh (kg/m2). Anali...

MANFAAT ISOFLAVON DALAM PRODUK KEDELAI MENANGGULANGI DIABETES SERTA MENCEGAH OBESITAS DAN OSTEOPOROSIS

MANFAAT ISOFLAVON DALAM PRODUK KEDELAI MENANGGULANGI DIABETES SERTA MENCEGAH OBESITAS DAN OSTEOPOROSIS Andi Imam Arundhana1 1Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Minat Gizi dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ABSTRAK Di Indonesia, produk olahan kedelai seperti tempe, tahu, susu kedelai dan beberapa jenis makanan lainnya dapat diperoleh dengan mudah. Kacang kedelai mengandung isoflavon, kaya serat protein, memiliki indeks glikemik rendah, dan tergolong sebagai makanan fungsional. Hal ini yang mendasari pemanfaat kacang kedelai secara khusus dalam penatalaksanaan obesitas, diabetes dan komorbiditas lainnya. Beberapa penelitian RCT untuk menguji efek isoflavon dari produk kedelai, menunjukkan bahwa isoflavon menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti kanker payudara dan prostat, penyakit jantung koroner, mencegah hilangnya kepadatan tulang pada usia lanjut, dan memiliki potensi untuk mencegah obesitas dan diabetes. Sumber isoflavon tidak hany...

SUPLEMENTASI VITAMIN A DOSIS TINGGI DI INDONESIA

SUPLEMENTASI VITAMIN A DOSIS TINGGI DI INDONESIA Anindhita Syahbi Syagata1, dan Silvi Lailatul Mahfida2  1Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Gajah Mada 2Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Gajah Mada ABSTRAK Survei WHO tahun 2005 sudah menunjukkan penurunan angka kejadian Kurang Vitamin A (KVA) di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Keberhasilan program tersebut secara langsung juga ditunjukkan oleh penurunan prevalensi xeropthalmia dan kematian akibat infeksi pada anak-anak dan ibu hamil.Program suplementasi tersebut diberikan dua kali dalam satu tahun dengan dosis 100.000IU pada anak-anak dan 200.000IU pada wanita. Akan tetapi, National Institutes of Health mengemukakan bahwa dosis 10.000IU sudah merupakan dosis toksin yang akan berpengaruh pada kesehatan tulang. Pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi ini perlu mendapat pengkajian lebih lanjut.Terutama efeknya pada kesehatan tulang berkaitan dengan gangguan penyerapan kalsium dan pembentukan radika...

FORTIFIKASI ZAT BESI PADA PERMEN BELIMBING WULUH DENGAN METODE MIKROENKAPSULASI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENGURANGI PREVALENSI ANEMIA GIZI BESI PADA ANAK-ANAK

FORTIFIKASI ZAT BESI PADA PERMEN BELIMBING WULUH DENGAN METODE MIKROENKAPSULASI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENGURANGI PREVALENSI ANEMIA GIZI BESI PADA ANAK-ANAK Sakinah Ulfiyanti1 1 Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor ABSTRAK Pemanfaatan belimbing wuluh sebagai bahan olahan permen dengan fortifikasi zat besi dapat menambah nilai ekonomis dan daya guna dari belimbing wuluh yang selama ini tidak termanfaatkan secara maksimal. Permen merupakan salah satu pangan yang digemari oleh anak-anak. Oleh karena itu, permen dianggap cocok menjadi salah satu produk yang difortifikasi dengan alasan fortifikasi pada makanan pokok sulit dikendalikan terkait asupan. Besi yang digunakan untuk fortifikasi adalah fero glukonat, karena penyerapannya (bioavailabilitas) lebih tinggi jika dibandingkan dengan besi jenis fero fumarat dan fero sulfat. Mikrokapsul yang terpilih untuk digunakan dalam pembuatan permen adalah 7,5% fero glukonat dengan kandungan besi 6,6 mg/gram mikrokapsul. Proses fort...

PENGARUH SUPLEMENTASI MICRONUTRIENT SPRINKLE TERHADAP NILAI Z SCORE TB/U, BB/U, DAN BB/TB PADA ANAK STUNTING USIA 12-36 BULAN

PENGARUH SUPLEMENTASI MICRONUTRIENT SPRINKLE TERHADAP NILAI Z SCORE TB/U, BB/U, DAN BB/TB PADA ANAK STUNTING USIA 12-36 BULAN Nadia Hapsari Oktarina1, Martha Irene Kartasurya2  1Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Dipenogoro   2 Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Dipenogoro ABSTRAK Asupan mikronutrien yang kurang merupakan salah satu penyebab masalah gizi di Indonesia, sehingga suplementasi mikronutrien dapat digunakan untuk meningkatkan status gizi balita.Di negara berkembang,suplementasi micronutrientsprinkle telah dilakukan untuk program suplementasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian micronutrient sprinkle terhadap status antropometri indeks BB/U, TB/U dan BB/TB pada anak stunting usia 12-36 bulan. Desain penelitian adalah eksperimental denganpre dan post test dengan control group. Populasi penelitian adalah anak usia 12-36 bulan di Kelurahan Rowosari, Tembalang, Semarang. Lima puluh subjek dari posyandu dibagi men...

MODEL POSYANDU SWASEMBADA SEBAGAI UPAYA MENYELAMATKAN ANAK-ANAK KORBAN BENCANA GUNUNG MERAPI DARI LOSS GENERATION

MODEL POSYANDU SWASEMBADA SEBAGAI UPAYA MENYELAMATKAN ANAK-ANAK KORBAN BENCANA GUNUNG MERAPI DARI LOSS GENERATION Sandy Ardiansyah1, Waryana2 1Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta 2 Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta ABSTRAK Bencana alam letusan Gunung Merapi mengakibatkan banyak kerugian, diantaranya rusaknya lingkungan, dan ekonomi masyarakat menurun. Ketersediaan pangan yang kurang akan mengakibatkan meningkatnya kasus KEP dan gizi buruk pada anak-anak. Terjadi peningkatan kasus KEP, yaitu sebesar 14,5% dan dinyatakan gizi buruk sebesar 1,3%. Anak-anak yang menderita gizi buruk bila tidak ditangani dengan tepat dapat mengakibatkan terjadinya “lost generation“. Perlu dilakukan revitalisasi posyandu untuk menanggulangi masalah di Merapi. Dengan suatu model sebagai upaya menyelamatkan anak-anak korban bencana. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dan wawancara mendalam terhadap Ibu balita, Kader Posyandu, PKK, dan tokoh masyarakat. Model ”Posya...

HUBUNGAN FAKTOR RESIKO OBESITAS DENGAN RASIO LINGKAR PINGGANG PINGGUL MAHASISWA FKM UI TAHUN 2011

HUBUNGAN FAKTOR RESIKO OBESITAS DENGAN RASIO LINGKAR PINGGANG PINGGUL MAHASISWA FKM UI TAHUN 2011 Agus Hidayatulloh1, Ery Irawan1, Faizal Firdaus1, Fitriatul Isnaini1, Nurul Fadhilah1, Riefyan Adhi1, Santosa Aji Nurcahya1 dan Syafira Rembulan Sari1 1Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ABSTRAK Obesitas merupakan status gizi berlebih pada manusia. Obesitas sentral merupakan salah satu jenis obesitas dengan penumpukan lemak di bagian abdominal tubuh. Obesitas sentral berperan besar pada perkembangan penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes, dan lainnya menjadi lebih cepat. Salah satu indikator pengukuran obesitas sentral adalah pengukuran rasio lingkar pinggang pinggul (RLPP). Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional untuk meneliti hubungan RLPP beresiko (RLPP laki-laki=0,9 dan perempuan=0,8) dengan 5 jenis faktor resiko obesitas yaitu jenis kelamin, pengetahuan, pendapatan, usia dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Dari hasil pene...

PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, DAN ZAT GIZI MIKRO ANTARA BALITA STUNTED DAN NON-STUNTED DI KELURAHAN KARTASURA, KECAMATAN KARTASURA, KABUPATEN SUKOHARJO

PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, DAN ZAT GIZI MIKRO ANTARA BALITA STUNTED DAN NON-STUNTED DI KELURAHAN KARTASURA, KECAMATAN KARTASURA, KABUPATEN SUKOHARJO Punto Tyas Aditya Putra1 1Universitas Muhammadiyah Surakarta ABSTRAK Usia balita adalah masa kritis dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas karena dua tahun pertama kelahiran merupakan periode optimal pertumbuhan dan perkembangan sel otak. Pada kelompok umur inilah prevalensi balita kurus (wasting) dan balita pendek (stunting) mencapai angka tertinggi.Kekurangan gizi pada usia balita ini meliputi kurang energi dan protein serta kekurangan zat gizi seperti vitamin A, zat besi, yodium dan zink. Prevalensi balita pendek nasional adalah 35,6%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan tingkat konsumsi energi, protein, dan zat gizi mikro antara balita stunted dan non-stunted di Kelurahan Kartasura, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan studi observasi dengan pendekatan cross ...

DAMPAK KOMPOSISI MINUMAN BERENERGI BAGI TUBUH

DAMPAK KOMPOSISI MINUMAN BERENERGI BAGI TUBUH Katondio Bayumitra Wedya1 1Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Gizi, Universitas Indonesia ABSTRAK Produk–produk minuman berenergi banyak sekali bermunculan akhir–akhir ini. Konsumen dijanjikan khasiat yang mampu memberi energi lebih untuk menjalani aktivitas atau membuat segar sepanjang hari di dalam setiap botol, kaleng atau sachet-nya. Biasanya yang menggemari minuman jenis ini adalah anak–anak, remaja, dan para pekerja kasar. Minuman berenergi adalah soft drinks yang mengandung banyak stimulan, vitamin, dan suplemen lainnya. Produk minuman berenergi asal Austria, Red Bull pada tahun 1997, menjadi minuman berenergi paling populer di Amerika. Red Bull sendiri mengandung 80 mg kafein per 8 ons. Red Bull memicu munculnya produk minuman sejenis, seperti Adrenaline Rush, Jolt, No Fear, dan Rockstar. Produk–produk ini mengandung kafein lebih dari 500 mg per delapan ons untuk beberapa minuman berenergi baru. Minuman berenergi adalah mi...

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK SISWA, PENGETAHUAN, MEDIA MASSA DAN TEMAN SEBAYA DENGAN KONSUMSI MAKANAN JAJANAN PADA SISWA SMA NEGERI 68 JAKARTA TAHUN 2012

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK SISWA, PENGETAHUAN, MEDIA MASSA DAN TEMAN SEBAYA DENGAN KONSUMSI MAKANAN JAJANAN PADA SISWA SMA NEGERI 68 JAKARTA TAHUN 2012 Imam Aulia1 1Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok ABSTRAK Perkembangan zaman berperan terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat. Salah satunya adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan jajanan telah menjadi kebiasaan di kalangan remaja. Konsumsi makanan jajanan yang berlebihan akan berdampak pada meningkatnya resiko obesitas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak faktor yang berhubungan dengan frekuensi konsumsi makanan jajanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan frekuensi konsumsi makanan jajanan pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang dilakukan di SMA Negeri 68  Jakarta pada bulan April 2012. Sampel dalam penelitian ini adalah 188 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 68 Jak...

HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DAN FAKTOR LAIN DENGAN OBESITAS PADA PEGAWAI UNIT PELAYANAN GIZIPELAYANAN KESEHATAN SINT CAROLUS JAKARTA TAHUN 2012

HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DAN FAKTOR LAIN DENGAN OBESITAS PADA PEGAWAI UNIT PELAYANAN GIZIPELAYANAN KESEHATAN SINT CAROLUS JAKARTA TAHUN 2012 Herlin Mey Sartika Hutajulu1 1Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Jalan Universitas Indonesia Kampus UI Depok, Depok, 16424, Indonesia ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan asupan makanan (asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak) dan faktor lain (karakteristik responden, kebiasaan sarapan pagi, faktor genetik, aktivitas fisik, dan durasi waktu tidur) dengan obesitas berdasarkan persen lemak tubuh pada pegawai Unit Pelayanan Gizi Pelayanan Kesehatan Sint Carolus (PKSC) Jakarta Tahun 2012. Penelitian menggunakan studi deskriptif dengan disain penelitian potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan total populasi, dengan sampel penelitian sebanyak 57 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung status gizi (berat badan, tinggi badan, dan pers...

PENGARUH PEMBERIAN NATA DE COCO TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL DAN HDL PADA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMI

PENGARUH PEMBERIAN NATA DE COCO TERHADAP KADAR KOLESTEROLLDL DAN HDLPADA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMI Diyan Yunanto Setyaji1 1Mahasiswa, Program Studi Ilmu gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro,Semarang ABSTRAK Pendahuluan :Tingginya kadar kolesterol LDL dan penurunan kolesterol HDL meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Diet efektif menurunkan kadar kolesterol LDL, salah satunya dengan peningkatan asupan serat melalui konsumsi nata de coco. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nata de coco terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL pada tikus hiperkolesterolemi.  Metode : Rancangan penelitian eksperimensebenarnya jenis pre-post test desain randomized control groups terhadap 30 ekor tikus Sprague Dawley hiperkolesterolemi yang dibagi acak 5 kelompok. Tikus diberi nata de coco kering personde dosis 0,88 g; 1,76 g; 2,65 g; dan 3,53 g per 200 g berat badan per hari. Kadar kolesterol diperiksa melalui perhitungan dan metode CHOD-PAP. Data dianalisis dengan uji pa...

KARAKTERISTIK KIMIA DAN MIKROBIOLOGI KEFIR AIR PADA BERBAGAI SUHU DAN KERAPATAN FERMENTASI

KARAKTERISTIK KIMIA DAN MIKROBIOLOGI KEFIR AIR PADA BERBAGAI SUHU DAN KERAPATAN FERMENTASI Lina Lidia1 dan Neneng Sugiharti1 1University Djuanda Bogor campus faculty of Food Technology and Nutrition ABSTRAK Biji kefir atau biasa disebut algae kristal merupakan starter dalam pembuatan kefir air yang terdiri dari berbagai jenis mikroba. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dalam algae kristal adalah konsentrasi gula. Pada penelitian ini diamati perubahan karakteristik kimiawi kefir air yang difermentasikan pada berbagai konsentrasi gula. Biji kefir difermentasikan pada media air dengan perlakuan konsentrasi gula (2%, 5%, 8%, dan 11%) selama 72 jam. Setiap 12 jam dilakukan pengamatan meliputi total padatan terlarut, kadar gula, total asam laktat, dan nilai pH. Konsentrasi larutan gula berpengaruh nyata terhadap total padatan terlarut dan kadar gula, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap total asam dan nilai pH. Selama 72 jam fermentasi, total padatan terlarut tidak me...

UJI DAYA TERIMA TERHADAP OLAHAN PRODUK LAWA BALE (MAKANAN TRADSIONAL SULAWESI SELATAN)

UJI DAYA TERIMA TERHADAP OLAHAN PRODUK LAWA BALE (MAKANAN TRADSIONAL SULAWESI SELATAN) Astri Ayu Novaria1  1Prodi lmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin ABSTRAK Makanan tradisional di Sulawesi Selatan beraneka ragam salah satunya Lawa Bale yang dibuat dari ikan mentah dimasak dengan proses rendaman cuka atau blansir. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan teri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya terima terhadap tiga formula Lawa Bale makanan tradisional dari segi warna, tekstur, aroma dan rasa. Dari beberapa formula Lawa Bale yang terdapat di rumah makan, setelah dilakukan observasi, didapatkan tiga resep sebagai sampel yang akan diuji yaitu formula A menggunakan rendaman cuka 20 menit, penambahan kelapa sangrai, dan sedikit garam, formula B diberi perlakuan blansir dengan suhu 70oC, perendaman jeruk nipis 2 menit, penambahan kelapa sangrai dan pemberian garam sedikit, serta formula C diberi pula perlakuan blansir dengan suhu 70oC, diberi air asam ...

KALSIUM DAN JARAK KELAHIRAN TERHADAP KEJADIAN OSTEOPOROSISPADA IBU HAMIL DI KLINIK NURANI GODEAN(Presentasi Oral pada Simposium Gizi Nasional FK UGM, 15 Oktober 2011)

KALSIUM DAN JARAK KELAHIRAN TERHADAP KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA  IBU HAMIL DI KLINIK NURANI GODEAN (Presentasi Oral pada Simposium Gizi Nasional FK UGM, 15 Oktober 2011) Sandy Ardiansyah1, Tri Siswati2, Elza Ismail3, Nur Dwi Handayani4 1. Jurusan Gizi Potekkes Kemenkes Yogyakarta (sandy_ahligizi@ymail.com, 081367766648) 2. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (tiur_gizi_yogya@yahoo.com, 081227614547) 3. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 4. Ahli Gizi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta ABSTRAK Osteoporosis bisa terjadi ketika seorang perempuan sedang hamil atau menyusui. Wanita yang sedang hamil harus mempunyai asupan Fe, kalsium yang lebih bagi perkembangan janin. Faktor inhibitor penyerapan kalsium adalah zat organik yang dapat bersenyawa dengan kalsium membentuk garam yang tidak larut, antara lain konsumsi asam oksalat, natrium dan serat. Jarak kelahiran yang pendek juga dapat mempengaruhi risiko osteoporosis, karena ibu belum mempunyai waktu yang cukup untuk mengembalikan...