APLIKASI NANOENKAPSULASI MINERAL BESI (FE) DAN ZINC (ZN)

APLIKASI NANOENKAPSULASI MINERAL BESI (FE) DAN ZINC (ZN)

Nur Ahmad Habibi, Prettika Juhan Arini, Adisty Nurul Husna, Dziky Muhammad, Citra Tristi Utami,

Nutrition Science Faculty, Universitas Diponegoro
Semarang, Indonesia

E-mail : nurahmadhabibi95@gmail.com

ABSTRAK
Latar Belakang :Permasalahan gizi kurang pada bayi dan balita di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Indonesia menunjukkan prevalensi gizi kurang pada bayi dan balita mencapai 19,6 %. Defisiensi zat besi (Fe) dan zink (Zn) merupakan permasalahan gizi yang sering ditemui pada bayi dan balita, namun pemberian Fe dan Zn melalui fortifikasi maupun suplementasi secara bersamaan untuk mengatasi permasalahan tersebut belum bisa dilakukan karena dapat menimbulkan interaksi yang dapat menurunkan bioavabilitas dari salah satu mineral. Nanoenkapsulasi merupakan teknologi untuk melindungi zat dari interaksi sebelum masuk dalam sel target serta meningkatkan bioavabilitas zat yang dibawanya. 
Tujuan Penelitian :Mempelajari pembuatan nanoenkapsulasi mineral Fe dan Zn dengan teknologi sonikasi sebagai alternatif sediaan fortifikasi maupun suplementasi Fe dan Zn. 
Metode : Penelitian ini meliputi 3 tahap kegiatan yaitu: (1) pembuatan nano mineral Fe dan Zn dengan metode sonikasi pada intensitas 80% selama 1-5 jam; (2) formulasi emulsi nano Fe dan Zn; (3) analisis produk yang meliputi stabilitas (in vivo) dan bioavaibilitas (in vitro). 
Hasil :Ukuran partikel produk konsentrat nano mineralFe dan Zn yang terbaik diperoleh dengan metode sonikasi dalam waktu 2 jam yaitu kurang dari 100 nm dengan kandungan Fe sebesar 44.579,31 ppm dan Zn 30.555,25 ppm. Produk serbuk nano mineral Fe dan Zn terbaik dibuat dengan menggunakan penyalut maltodekstrin (1:1) dengan metode pengeringan menggunakan spray dryer. Hasil stabilitas produk, tidak ada perubahan pada warna, bau ataupun kristal yang terbentuk, meskipun sudah disimpan selama 1 bulan. Bioavailabilitas (in vitro) Fe adalah sekitar 15.48 % hingga 18.55 % dan Zn adalah antara 7.1 % hingga 8.35%. selain itu nanoenkapsulasi menunjukkan stabilitas rasa, aroma dan warna. 
Kesimpulan :Nanoenkapsulasi mineral fe dan zinc mempunyai stabilitas pada warna, bau, dan pembentukan Kristal cukup baik, dan nanoenkapsulasi mempunyai biavailabilitas lebih tinggi dibandingkan mineral fe dan zn biasa. 

Kata kunci : Masalah gizi kurang, mineral Fe, mineral Zn, nanoenkapsulasi

ABSTRACT
Background :Child nutrition problem in Indonesia is really prevalent. Based on National Basic Medical Research (Riskesdas), under nutrition prevalent was 19.6%. Iron and zinc deficiency are the most frequent nutrition problems found in children, but the current program, supplementation and fortification, can not combat iron and zinc deficiency. There is an interaction between iron and zinc if they are given at the same period of time which can decrease the bioavailability of each mineral. Nano-encapsulation is the technic to cover the nutrient and prevent from any interaction with other nutrients before arriving at the target cells, this nano-encapsulation can also increase the bioavailability of the nutrient covered on. 
Method : This research is the study about nano-encapsulation using sonication method as the alternative solution for solving child nutrition problem beside supplementation and fortification of iron and zinc. There are three steps in this study: (1) the formation of nano mineral (iron and zinc) using 80% intensity of sonication for 1-2 hours; (2) formulation of nano iron and zinc emulsion; (3) product analysis of stability (in vivo) and bioavailability (in vitro).
Result :The particle nano iron and zinc concentrate best size using the sonication method is less than 100 nm, it contains iron 44,579,31 and zinc 30,555.25 ppm. Nano iron and zinc powder is covered with maltodextrin (1:1) using spray dryer. Then the stability of products, there was no alteration of product color, odor, and no formation of crystal after 1 month shelf life. The bioavailability (in vitro) iron is approximately 15.48-18.55% and zinc 7.1-8.35%. 
Conclusion :nanoencapsulated mineral Fe and Zn have a good stability of colour, odor, and crystal formation. Nanonencapsulated minerals have a higher bioavailability than microencapsulated mineral. 

Keywords:Under nutrition, iron mineral, zinc mineral, nano-encapsulation.

DOWNLOAD FILE DISINI UNTUK FULL TEXT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW ARTIKEL : PENURUNAN RISIKO STUNTING DALAM SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN

POTENSI DADIH SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL SUMBER ANTIOKSIDAN UNTUK HIPERKOLESTEROLEMIA, HIPERTENSI, DAN INTOLERANSI LAKTOSA

PENGARUH PEMBERIAN NATA DE COCO TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL DAN HDL PADA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMI