ASUPAN DAN STATUS GIZI PADA PASIEN DISFAGIA PASCA STROKE
ASUPAN DAN STATUS GIZI PADA PASIEN DISFAGIA PASCA STROKE
Utih Arupah1
1Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok
ABSTRAK
Pendahuluan: Stroke dapat menyebabkan turunnya status gizi. Status gizi kurang banyak ditemui pada pasien stroke saat awal masuk rumah sakit, prevalensinya berkisar antara 16- 22%. Status gizi kurang pada pasien stroke menyebabkan timbulnya berbagai dampak antara lain; meningkatnya mortalitas, lama hari rawat, dan penurunan status fungsional. Risiko status gizi kurang akan semakin meningkat pada pasien stroke yang mengalami gangguan menelan atau disfagia. Disfagia pada pasien stroke menyebabkan berkurangnya asupan makan, dehidrasi, sehingga memerlukan pemberian makanan enteral lewat pipa. Tulisan ini membahas tentang hubungan asupan (energi dan protein) terhadap status gizi pasien stroke dengan
disfagia.
Metode: Artikel ini menggunakan metode studi pustaka pada 2 hasil penelitian yang berkaitan dengan asupan zat gizi dan status gizi pasien disfagia pasca stroke di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo.
Hasil: Ada hubungan antara asupan dengan status gizi akhir perawatan pasien stroke, disfagia berpengaruh terhadap status gizi akhir perawatan dan pasien. Pasien stroke dengan disfagia memiliki risiko 1,6 kali untuk menjadi gizi kurang, dan cara pemberian makanan melalui naso gastric tube dapat menyebabkan risiko gizi kurang 1,9 kali dari pasien yang mendapat oral.
Kesimpulan: Ada hubungan antara asupan, disfagia dan cara pemberian makan terhadap status gizi akhir perawatan pasien stroke.
Kata kunci: Asupan zat gizi, status gizi, disfagia stroke
ABSTRACT
Introduction: Stroke can cause the decline of nutrition status. Undernourished nutrition is commonly found in stroke patients during early hospitalization at the prevalence of about 16%- 22%. Undernourished nutrition status in stroke patients may bring some consequences such as increased mortality, prolonged hospitalization, and decreased functional status. Risk for undernourished nutrition status will increase in stroke patients that suffer from swallowing disorder or dysphagia. Dysphagia in stroke patients causes less food intake, dehydration, and that requires enteral tube feeding. This paper discusses the relation between energy and protein intake to nutrition status in stroke patients in dysphagia.
Method: The research methodology literature review in 2 research which has relation in nutrition intake to nutrition status in dysphagia patients after stroke in dr. Cipto Mangunkusumo Hospital.
Result : There is relation between intake to the latest care nutrition status in stroke patients, dysphagia which influence the latest care nutrition status and patients. Stroke patients with Dysphagia has 1.6 times of undernourished, and the way of feeding via nasogastric tube can cause undernourished 1.9 times.
Conclusion: There is relation between intake, dysphagia and how feeding to the latest care nutrition status in stroke patients.
Keywords: Dysphagia, method of feeding, nutritional status, stroke.
DOWNLOAD FILE DISINI UNTUK FULL TEXT.
Komentar
Posting Komentar